Wawancara Jessica Wongso Dipotong Petugas Lapas, Netizen Soroti Ferdy Sambo dan Krisna Murti

Wawancara Jessica Wongso Dipotong Petugas Lapas, Netizen Soroti Ferdy Sambo dan Krisna Murti

Selasa, 3 Oktober 2023 – 17:20 WIB

JAKARTA – Film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso yang dirilis pekan lalu terus mencuri perhatian publik. Sejak ditayangkan di Netflix, publik semakin penasaran apakah benar Jessica Kumala Wongso pelaku utama dari kasus kopi sianida yang menyebabkan Mirna Salim meninggal dunia 2016 lalu.

Baca Juga :

Ibunda Mirna Salim Tak Muncul di Film Dokumenter Ice Cold, Bagaimana Kondisinya Sekarang?

Sebab banyak kejanggalan yang membuat publik ragu terhadap kasus kopi sianida itu. Termasuk soal barang bukti fisik yang menguatkan sosok Jessica Wongso sebagai otak di balik kematian Mirna Salihin.

Perdebatan di antara netizen itu masih ramai dibahas. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Baca Juga :

Viral Kembali Nota Pembelaan Jessica Wongso Saat Dulu di Persidangan

Jessica Kumala Wongso di depan majelis hakim

Jessica Kumala Wongso di depan majelis hakim

Photo :
  • ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Yang juga semakin membuat publik bertanya-tanya ketika momen Jessica Wongso yang tengah diwawancarai produser dokumenter tersebut diminta untuk mengakhiri sesi wawancara itu.

Baca Juga :

Viral Omongan Krishna Murti Soal Alasan Tangkap Jessica Wongso, Netizen: Karma Sedang Menunggumu

Dalam video yang viral dan beredar di media sosial terlihat Jessica Wongso yang berada di balik jeruji mengungkap ketidak pahamannya mengapa ia dijadikan tersangka.

“Aku tidak mengerti mengapa ini terjadi padaku. Aku hanya sedang berlibur. Aku hanya menelfon teman-temanku untuk ngobrol dam minum kopi,” kata Jessica Wongso.

Film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso

Film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso

Jessica juga mengungkap bahwa dia merasa kesulitan selama menjalani proses persidangan itu. Dia bahkan mengaku hampir gila hingga trauma. 

Baca Juga  Pemasaran Digital Efektif Di Lubuk Pakam Luar Biasa

“Sejak saat itu rasanya tidak percaya bahkan aku si karakter utama tidak mengerti. Menyebalkan. Ini begitu sulit. Begitu sulit untuk tetap waras setiap harinya. Jika ditanya trauma, ya aku sangat trauma oleh peristiwa ini dan semua media. Cara mereka mencetak sesuatu di atas kertas dan itu sepenuhnya salah,” ujar Jessica.

Jessica Wongso juga mengungkap bahwa penggambaran media sangat menyudutkannya saat itu.

“Mereka hanya mencoba untuk mencari tau kehidupanku. Mengarang cerita ‘oh Jessica melakukan ini karena bla bla bla. Oh kenapa dia tidak mengaku saja buktinya cukup jelas’ jelas bagaimana? Mereka tampak menikmati dan menghasilkan uang dari kita,” kata dia melanjutkan. 

Jessica bahkan merasa selama persidangan menjadi momen yang terberat. Pasalnya semua bukti yang diberikannya tidak direspon sama sekali. 

“Selama persidangan itu benar-benar sulit. Ratusan orang mendatangiku dengan kamera, lampu flash, dan sebagainya. Itu sangat aneh. Semua yang kami bawa ke meja sama sekali mereka abaikan. Jika mereka media tidak tertarik padaku saat itu apakah akan berbeda?,” katanya.

Namun sayangnya, saat ingin melanjutkan perbincangannya dengan produser film dokumenter itu. Penjaga lapas langsung menghentikan wawancara tersebut. Penjaga lapas itu mengungkap bahwa wawancara Jessica sudah terlalu jauh. 

“Maaf Jessica saya minta maaf mungkin ini sudah terlalu dalam,” kata petugas lapas pria yang tak terlihat wajahnya.

Sontak saja potongan video tersebut langsung menuai komentar netizen. Tak sedikit dari netizen yang kembali menyoroti Ferdy Sambo dan Krisna Murti yang menangani kasus tersebut.

“ingat yg nanganin kasus ini adlah sambo dan krisna mukti squad,” ujar netizen.

“VERY Strange when that guy BEHIND HER stop her to talk what HAPPEN???,” kata netizen lain.

Baca Juga  Bisnis Internasional Sukses Di Lubuk Pakam Sukses

“ferdi sambo dkk.. dalang.. biar waktu itu bisa naik pangkat… i think,” ujar lainnya.

Halaman Selanjutnya

Source : Netflix

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *