Sindir Sim Salabim Ketum PSI, Panda Nababan Bilang PDIP Gak Terpengaruh: Sorry, Bukan Kelasnya!

Sindir Sim Salabim Ketum PSI, Panda Nababan Bilang PDIP Gak Terpengaruh: Sorry, Bukan Kelasnya!

Senin, 2 Oktober 2023 – 00:02 WIB

Jakarta – Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Panda Nababan heran dengan muncul anggapan agar pihaknya beri kesempatan ke anak muda  untuk berkarir di partai. Menurut dia, persepsi itu keliru karena PDIP selama ini sudah punya banyak kader muda.

Baca Juga :

Momen Megawati Kagumi Tumbler Bambu Karya Kerajinan Jawa Barat

Panda menyebut kader muda itu berkarir di ormas sayap PDIP seperti Taruna Merah Putih dan Banteng Muda Indonesia. Dia menyindir pihak yang mengklaim sebagai aspirasi dan tempat anak muda malah bakal ditertawakan.

“Ini jutaan di PDIP, anak muda, Banteng Muda Indonesia di seluruh Indonesia, anak-anak muda, jagoan semua. Begitu ada yang mengklaim, kami anak muda, kami lah yang, ketawa mereka, ketawa,” kata Panda dalam acara Indonesia Lawyers Club dikutip VIVA, Minggu malam, 1 Oktober 2023.

Baca Juga :

Cara Sahabat Ganjar di Jawa Timur Bangun Solidaritas 2024

Politikus senior PDIP Panda Nababan.

Politikus senior PDIP Panda Nababan.

Photo :
  • YouTube Indonesia Lawyers Club

Dia bilang di Jakarta seluruh wilayah, ada Taruna Merah Putih dengan kader masih duduk di bangku sekolah SMA, mahasiswa, dan pemuda-pemuda. 

Baca Juga :

Isu Reshuffle Kabinet Muncul Lagi, Begini Respons Jokowi

“Itu anak muda, itu juga yang memenangkan kami dulu. Itu juga lah relawan-relawan yang militan. Jadi, terus terang saja,” ujar eks Anggota DPR tersebut. 

Pun, dia menyinggung proses terpilihnya putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bagi dia, hal itu sebagai suatu adegan politik.

“Maaf ya artinya dengan adanya ini, kita anggap ini suatu adegan,” lanjut Panda. 

Baca Juga  Jangan Kita yang Hidup Malah Beri Beban

“Ada orang sim salabim yang dua hari jadi ketua umum. Ini memperkaya story. Jadi, kalau nanti ada, bagaimana ya kalau bukan anak Presiden?” tutur Panda.

Menurut dia, didapuknya Kaesang jadi Ketum PSI bisa jadi dipersepsikan karena statusnya anak Presiden sehingga jadi perbedaan. Tapi, ia menegaskan hal itu tak berpengaruh ke PDIP.

“Punya dampak ke PDI Perjuangan, mohon maaf gak ada dampak apa-apa. Kemudian PDI terganggu? Tidak juga,” ujar Panda.

“Atau punya pengaruh ke kita? Ya, sorry, bukan kelasnya,” kata Panda.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama pengurus DPP PSI

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama pengurus DPP PSI

Dia menuturkan agar hal ini biar jelas dan jangan jadi dramatisasi. Ia menekankan jika mau klaim sebagai anak muda maka bisa bicara dengan dua ormas sayap PDIP itu Taruna Merah Putih dan Banteng Muda.

“Ya maaf dulu. Lo mau bicara apa, eh ketemu sama Taruna Merah Putih,” ujarnya.

“Eh, ketemu kau itu sama Banteng Muda. Militan-miitan semua itu Banteng muda. Jagoan-jagoan semua itu,” ujarnya.

Panda menyebut dua ormas sayao itu punya peranan dalam memotori acara pertemuan Puncak Bulan Bung Karno di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). 

“Terus anak-anak muda ini dengar klaim ada cerita begini, ketawa gak? Gitu loh. Jadi, biar jelas dulu,” tutur Panda.

Lebih lanjut, Panda tak menampik sebagai kader PDIP, pihaknya dikaitkan dengan Kaesang jadi Ketum PSI. Ia menilai hal itu menggoda perasaan dan mungkin bisa membuat PDIP jadi sombong. 

“Dan, mungkin membikin kita sombong. Hebat juga ya PDIP sampai dipermasalahkan dan sebagainya,” kata Panda.

Pun, dia menyoroti karir politik Kaesang yang langsung melesat jadi Ketum Partai. Dia menceritakan pengalamannya yang pernah jabat struktur kepengurusan di PDIP.

Baca Juga  Hindari Drama di Tempat Kerja

“Saya delapan tahun jadi Ketua DPD, saya lima tahun jadi Ketua DPP. Kalau ada kader model gitu, eh kau masih ingusan kau,” ujarnya. 

“Bukan aku meremehkan dia, tidak percaya. Sekarang anak muda dituduh ingusan. Anak muda perlu apa. Mang perlu belajar kok,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya

“Maaf ya artinya dengan adanya ini, kita anggap ini suatu adegan,” lanjut Panda. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *