Mendag Debat Panas dengan Pedagang yang Tolak TikTok Shop Ditutup

Mendag Debat Panas dengan Pedagang yang Tolak TikTok Shop Ditutup

Jumat, 29 September 2023 – 17:24 WIB

Jakarta – Sebuah momen terjadi di Pasar Asemka, Jakarta Barat, saat Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas melakukan blusukan ke para pedagang di pasar tersebut. Blusukan itu, dalam rangka adanya fenomena TikTok Shop, yang banyak dikeluhkan oleh para pedagang.

Baca Juga :

Pakar UGM Menilai Pelarangan Tiktok Shop Bisa Lindungi Produk Lokal dari Serbuan Produk Impor

Zulhas dalam kunjungannya, bertemu dengan seorang wanita bernama Caca. Wanita itu mengaku merupakan pedagang di Thamrin yang sedang membeli barang.

Pada kesempatan itu, Caca protes kepada Zulhas akan adanya Permendag No 31/2023 yang mengatur bahwa Tik Tok Shop tidak lagi boleh berniaga, dan hanya diizinkan untuk melakukan iklan.

Baca Juga :

TikTok Shop Diizinkan Beroperasi, Mendag Zulhas Ungkap Ada Tapinya

“Saya juga jualan online tolong ya Pak, TikTok Shop-nya jangan dong. Karena itu bahaya loh Pak,” kata Caca di lokasi, Jumat, 29 September 2023.

TikTok Shop

Baca Juga :

Pedagang Pasar Asemka Ngeluh Omzet Anjlok Gara-gara TikTok Shop, Zulhas: Kita Atur

Caca mengaku, jika Tik Tok Shop tidak lagi diperbolehkan untuk melakukan transaksi akan berdampak kepada para pekerjanya.

“Gimana karyawan saya di rumah. Saya kan punya karyawan 10, kalau tiktok cuma sekadar dipisah e-commerce-nya enggak apa-apa. Kita nurut kok, kita ikut aturan Pemerintah. Tapi kalau informasinya kan mau dihapus, kita agak merugi lah, karena kita punya karyawan di rumah 10,” ujarnya.

Merespons hal itu, Zulhas mengatakan, para pedagang yang berjualan di TikTok Shop bisa pindah ke platform e-commerce lainnya.

“Kan ada e-commerce? Artinya bisa jualan di mana-mana, tidak dilarang. Marketplace kan bisa,” jelas Zulhas.

Baca Juga  Argentina Dapat Kabar Buruk, Lionel Messi Diragukan Main di kualifikasi Piala Dunia

Tidak puas dengan jawaban Zulhas, Caca mempertanyakan kenapa hanya TikTok Shop yang tidak boleh. Dia menanyakan terkait e-commerce lainnya.

“Kenapa harus TikTok? Kenapa Shopee mereka masih bertahan? Ada apa dengan Tik Tok ini, saya penasaran,” ujarnya kepada Zulhas.

Menurut Caca, jika di TikTok Shop tidak diperbolehkan untuk berjualan hal itu akan merugikan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menjawab hal itu, Zulas mengatakan bahwa TikTok merupakan media sosial sekaligus e-commerce. Dalam hal ini izin Tik Tok hanya pada media sosial, sehingga dengan itu keduanya harus dipisah.

“Satu, social-commerce itu media sosial, dia izinnya (TikTok) media sosial saja. Kalau dia mau e-commerce dia e-commerce saja. Kalau dia mau jadi social-commerce dia social-commerce. Enggak, dia (TikTok) satu memborong semuanya,” jelasnya.

Zulhas menerangkan, dengan adanya hal tersebut telah membuat para pedagang merugi hingga banyak toko yang bertutupan. Namun, Caca menyangkal bahwa toko yang bertutupan itu tidak benar.

“Itu (semua tutup),” ujar Zulhas.

“Eh ini bukan tutup, nanti jam 11 mereka buka,” balas Caca.

Atas ketidakpercayaan Caca atas banyaknya tersebut, Zulhas lantas mengajak Caca untuk berkeliling guna melihat nasib para pedagang.

“Ayok-ayok kita keliling,” ajak Zulhas.

“Enggak Pak,” balas Caca.

Halaman Selanjutnya

Merespons hal itu, Zulhas mengatakan, para pedagang yang berjualan di TikTok Shop bisa pindah ke platform e-commerce lainnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *