Kehancuran Parah, Tanpa Listrik dan Logistik

Kehancuran Parah, Tanpa Listrik dan Logistik

Jumat, 13 Oktober 2023 – 16:09 WIB

Gaza – Muhammad Husein warga negara Indonesia (WNI) yang sudah 12 tahun tinggal di Gaza, Palestina membagikan kondisi terkini keadaan di tempatnya tinggal. Tampak puing-puing bangunan berserakan di jalan akibat bentrok antara Hamas dan tentara Israel.

Baca Juga :

Tegang, Video Kontak Tembak Jarak Dekat Pasukan Elite Israel Kontra Pejuang Hamas Palestina

“Jujur, tidak pernah saya melihat yang separah kali ini. Hari keenam ini sudah 1.200 lebih warga Gaza yang tewas, sementara yang luka hampir 6.000,” ujar Husein dilihat dari YouTube Muhammad Husen Gaza, Jumat 13 Oktober 2023.

Kondisi Gaza di hari keenam pecahnya perang

Kondisi Gaza di hari keenam pecahnya perang

Baca Juga :

Hamas Yakin Bisa Mempertahankan Jalur Gaza dari Invansi Israel ke Palestina

Pria berkacamata itu mengatakan kondisi ini semakin diperparah dengan putusnya koneksi internet, tidak ada aliran listrik hingga menipisnya ketersediaan logistik.

“Kehancuran dalam 6 hari terakhir ini sudah melebihi 4 perang sebelumnya. Kalau 4 perang itu digabung semua kehancurannya, itu masih kalah dengan kehancuran saat ini,” kata dia

Baca Juga :

INFOGRAFIK: Sejarah Panjang Konflik Israel-Palestina

“Menurut statistik yang saya dengar itu 130 persen lebih besar,” sambungnya

Husein menyebut, selain keterbatasan logistik, kondisi warga Gaza juga semakin diperparah dengan langkanya pasokan gas untuk memasak.  Terlihat juga sejumlah warga sedang menuju ke lokasi pengungsian untuk mengamankan diri.

“Biasanya pengungsian ada di sekolah-sekolah milik PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa),” jelasanya

Husein juga mengajak kita memasuki area yang benar-benar hancur, di mana tidak ada bangunan yang utuh melainkan sejauh mata memandang hanya puing-puing bangunan yang terlihat.

Baca Juga  Pemasaran Konten Efektif Di Lubuk Pakam Terkini

“Di sini banyak nyawa menghilang,” ungkap Husein

Kondisi Gaza di hari keenam pecahnya perang

Kondisi Gaza di hari keenam pecahnya perang

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengungkap sebanyak 129 WNI masih berada di Palestina, mereka memilih untuk tidak dievakuasi.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha, ratusan WNI yang tidak mau dievakuasi adalah warga Indonesia yang menikah dengan warga setempat atau yang telah memiliki pekerjaan tetap di Tepi Barat, Tel Aviv, dan Yerusalem.

“Tugas pemerintah adalah memberikan informasi mengenai penilaian situasi keamanan, tetapi pilihan (evakuasi) dikembalikan kepada masing-masing WNI. Kami tidak bisa memaksa,” ujar Judha dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat 13 Oktober 2023.

Sesuai dengan UU Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, pemerintah telah menyampaikan informasi terkini mengenai situasi keamanan di Palestina dan Israel serta mengimbau pada WNI agar segera meninggalkan wilayah konflik.

“Namun, berdasarkan informasi terkini, dari 133 WNI yang berada di luar Jalur Gaza, hanya empat orang yang ingin meninggalkan wilayah tersebut, sementara yang lainnya (menolak dievakuasi) karena merasa aman,” kata Judha.

Warga Palestina mengevakuasi korban serangan udara Israel di Rafah, Gaza

Warga Palestina mengevakuasi korban serangan udara Israel di Rafah, Gaza

Halaman Selanjutnya

Husein menyebut, selain keterbatasan logistik, kondisi warga Gaza juga semakin diperparah dengan langkanya pasokan gas untuk memasak.  Terlihat juga sejumlah warga sedang menuju ke lokasi pengungsian untuk mengamankan diri.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *