Panglima TNI dan Ketua KPK Bertemu Bahas Kasus Korupsi di Basarnas, Apa Hasilnya?

Panglima TNI dan Ketua KPK Bertemu Bahas Kasus Korupsi di Basarnas, Apa Hasilnya?

Rabu, 2 Agustus 2023 – 17:36 WIB

Jakarta – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah melakukan pertemuan dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri pada Rabu 2 Agustus 2023 hari ini. Pertemuan itu diketahui sebagai bentuk pembahasan soal join investigasi menangani kasus dugaan korupsi di Badan SAR Nasional (Basarnas).

Baca Juga :

Anggota DPR Dukung KPK Ajukan Kasasi Terkait Vonis Hakim Agung Nonaktif Gazalba

Seperti diketahui, Kepala Basarnas Henri Alfiandi dan Anggota TNI AU sekaligus Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas, Letkol Adm Afri Budi Cahyanto sudah resmi menjadi tersangka kasus pengadaan barang dan jasa di Basarnas. Tak hanya itu, ada tiga orang sipil yang juga menjadi tersangka dalam kasus itu.

“Dalam pertemuan itu juga disampaikan bahwa lima orang tersangka sudah dilakukan penahanan baik itu oleh penyidik KPK dan juga penyidik di Puspom TNI,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri di gedung merah putih KPK, Rabu 2 Agustus 2023.

Baca Juga :

Pimpinan KPK Sepakat Tolak Pengunduran Diri Brigjen Asep dari Direktur Penyidikan

KPK menghadirkan dua dari lima tersangka kasus dugaan suap pengadaan proyek alat deteksi korban reruntuhan di Basarnas, dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juli 2023.

KPK menghadirkan dua dari lima tersangka kasus dugaan suap pengadaan proyek alat deteksi korban reruntuhan di Basarnas, dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juli 2023.

Photo :
  • ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Ali menjelaskan bahwa kedua pimpinan itu sepakat melakukan join investigasi untuk menangani kasus korupsi di Basarnas. Hal tersebut dilakukan demi menyelesaikan kasus korupsi itu sesuai dengan kewenamgan lembaganya.

Baca Juga :

Mahfud MD Akan Koordinasi ke KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Gazalba Saleh

“Sehingga kemudian dalam pertemuan itu disepakati beberapa hal diantaranya tentu nanti akan dilakukan penanganan perkara ini secara bersama-sama gabungan atau joint investigaton, antara KPK dan Puspom TNI, sehingga perkara ini nantinya bisa diselesaikan dengan kewenangan masing-masing dalam hal bahwa tentu KPK memiliki dasar 42 UU KPK kemudian ada Pasal 89 KUHAP,” kata Ali.

Baca Juga  Kaya Di Usia Muda Di Palangkaraya Kreatif

“Oleh karena itu penanganan perkara ini sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi hari ini juga tadi penyidik dari Pom TNI ke KPK melakukan koordinasi dengan tim penyidik KPK dan dilanjutkan melakukan pemeriksaan bersama terhadap tersangka pemberi sebagai saksi,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Adapun tersangka Pemberi Suap dugaan kasus korupsi di Basarnas:

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *