Bicara Pemilu di Hadapan Jokowi, Puan: Ojo Pedhot Oyot

Bicara Pemilu di Hadapan Jokowi, Puan: Ojo Pedhot Oyot

Rabu, 16 Agustus 2023 – 14:55 WIB

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani, dalam pidato pembukaan masa sidang pertama tahun 2023-2024, sekaligus pidato kenegaraan Presiden terkait RUU APBN 2024, menyoroti soal Pemilu 2024. Puan mengatakan, bahwa DPR RI memberi perhatian pada tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang sudah mulai dilakukan pada 2023 ini.

Baca Juga :

Mardiono Ingatkan Foto Jokowi Tak Dipakai untuk Kampanye

Dalam kontestasi seperti pemilu, Puan menegaskan bahwa pasti akan ada perbedaan pilihan. Menurutnya, perbedaan itu adalah alamiah. Tetapi persatuan bangsa yang diperjuangkan untuk diwujudkan. Puan pun menekankan pentingnya demokrasi berjalan secara damai. Ia mengimbau seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia agar mengedepankan Pemilu damai demi menghindari terjadinya perpecahan.

“Tidak ada artinya kekuasaan bila rakyat terbelah menjadi kepingan-kepingan sosial dengan penuh dendam, saling benci, saling dengki,” sebut Puan.

Baca Juga :

Pastikan Peringatan HUT RI ke-78 Lebih Meriah, Jokowi: Tebak Saya Pakai Busana Daerah Mana?

Puan Maharani Ketua DPR RI, Rapat Paripurna Pembukaan Masa SIdang 2023-2024

Puan Maharani Ketua DPR RI, Rapat Paripurna Pembukaan Masa SIdang 2023-2024

Photo :
  • Youtube Sekretariat Presiden

“Perbedaan adalah alamiah. Persatuan adalah perjuangan kita bersama untuk mewujudkannya. Jadi marilah kita jaga dan rawat Persatuan Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga :

WFH Bakal Diberlakukan Demi Perbaiki Kualitas Udara, Menaker Ida: Masih Didiskusikan

Puan mengatakan, fondasi utama untuk membangun negeri adalah persatuan rakyat. Sebab tanpa persatuan rakyat, akan sulit bagi Bangsa Indonesia bisa mencapai kemajuan.

“Bangsa Indonesia hendaknya setia kepada sifat asalnya, yaitu bangsa yang berbeda-beda tetapi dipersatukan oleh Pancasila. Ojo Pedhot Oyot!” tegas Puan.

Halaman Selanjutnya

Istilah Ojo Pedhot Oyot sendiri memiliki arti setia pada sumbermu atau jangan lupa akar. Filosofi Jawa itu juga dapat dimaknai agar jangan mencabut atau memutus akar/sumber/asal usul maupun sejarah. Dalam konteks Pemilu, Puan ingin menyampaikan pesan agar seluruh rakyat Indonesia tetap setia pada nilai-nilai yang menyatukan kemajemukan bangsa. 

img_title
Baca Juga  Alasan Museum Proklamasi Jadi Tempat Deklarasi Capres, Prabowo: Jangan Bertindak Gegabah



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *